Amerika Lewat, RI Sudah Suntikkan 445 Juta Vaksin Covid!

Layanan vaksin booster gratis di Hall B, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 29/11. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Indonesia merupakan salah satu negara yang telah memberikan vaksin Covid-19 terbesar di dunia. Bahkan, jumlahnya melampaui Amerika Serikat.

Airlangga menyebut, Indonesia telah menyuntikkan vaksin Covid-19 sebanyak lebih dari 445 juta dosis.

“Indonesia ini salah satu negara yang sudah menyuntikkan vaksin lebih dari 445 juta, dan ini tidak banyak negara yang bisa menyuntikkan lebih dari 445 juta, bahkan di berbagai negara termasuk Amerika anti vaksin itu juga, yang tinggi di Indonesia,” tuturnya dalam acara Economic Outlook 2023 CNBC Indonesia dengan tema “Menjaga Momentum Ekonomi di Tengah Ketidakpastian” di Hotel St. Regis, Jakarta, Selasa (28/2/2023).

Dengan besarnya jumlah vaksin Covid-19 yang sudah disuntik tersebut, maka menurutnya ini berdampak pada kekebalan tubuh warga dari Covid-19. Dia mengatakan, 99% masyarakat Indonesia kini sudah kebal terhadap virus Corona ini.

“Alhamdulillah kita sudah melakukan juga zero survei di mana dari zero survei itu 99% masyarakat Indonesia sudah imun terhadap Covid. Oleh karena itu, Bapak Presiden kemarin menghentikan PPKM per 30 Desember 2022,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, selama pandemi Covid-19 pemerintah membuat kebijak melalui Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) untuk menjaga perekonomian Indonesia.

Di mana, kata Airlangga, praktis dalam 3 tahun ini koordinasi pemulihan ekonomi maupun penanganan konflik berada terpusat di pemerintah pusat sampai dengan ke daerah dengan menggunakan seluruh resources pemerintah.

Dia mengatakan, kondisi ini juga berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi RI. Seperti diketahui pertumbuhan ekonomi RI pada 2022 sebesar 5,3%, tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

“Dari sisi lapangan usaha, sektor utama masih tumbuh kuat seperti manufaktur, perdagangan, transportasi, informasi komunikasi, bahkan penyediaan akomodasi dan makanan minuman pun sudah recover,” ucapnya.

“Nah ini tentu menjadi hal yang positif dan selama 33 bulan berturut-turut perdagangan juga positif, kemudian juga neraca perdagangan, ditambah juga cadangan devisa yang cukup baik dan kita lihat indeks keyakinan konsumen juga di atas 100-119, kemudian sektor penjualan juga baik, PMI manufaktur di atas 50 atau 51,3,” paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*