Awas Nyangkut di Pucuk! Saham ‘Raja Film’ RAAM ARB Lagi

Raam Punjabi, Bergairah Pada Film Sejak Kecil (CNBC Indonesia TV)

Saham perfilman milik Ram Punjabi yakni PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) kembali ambles dan menyentuh auto reject bawah (ARB) pada perdagangan sesi I Selasa (16/5/2023), setelah sepanjang pekan lalu mencetak auto reject atas (ARA).

Per pukul 11:43 WIB, saham RAAM terpantau ambles 6,82% ke harga Rp 615/saham.

Saham RAAM pada perdagangan sesi I sudah ditransaksikan sebanyak 337 kali dengan volume sebesar 2,03 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 1,25 miliar. Adapun kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 3,81 triliun.

Hingga pukul 11:43 WIB, di order offer atau jual, terdapat 531.506 lot antrian di harga Rp 615/saham atau sekitar Rp 32,7 miliar, https://5.61.57.251/ sekaligus menjadi antrian jual terbanyak untuk perdagangan pagi hari ini.

Sementara di order bid atau beli, belum ada antrian yang tertera kembali, menandakan bahwa saham RAAM sudah menyentuh ARB.

Sebelumnya selama lima hari beruntun sejak perdagangan perdananya pada Senin pekan lalu, saham RAAM berhasil melesat hingga 141,44%. Sedangkan dari harga IPO-nya hingga Jumat pekan lalu, saham RAAM meroket 201,28%.

Meski sudah mencetak ARB dua hari beruntun, tetapi saham RAAM masih melejit hingga 110,62% sejak penutupan perdagangan perdananya pada Senin pekan lalu.

Sedangkan dari harga IPO-nya di Rp 234/saham, saham RAAM juga masih meroket 162,82%.

Aksi profit taking menjadi alasan saham RAAM kembali menyentuh ARB. Hal ini wajar karena saham RAAM sukses membuat investor yang memiliki saham tersebut ‘cuan’ cukup banyak.

Saham RAAM juga terbilang menjadi saham IPO 2023 yang cukup berhasil, karena sahamnya berhasil mencetak ARA lebih dari dua atau tiga kali, tidak seperti saham IPO 2023 yang hanya mencetak ARA setidaknya tiga kali saja.

Sebelumnya, RAAM menentukan harga penawaran Rp 234 per saham. Emiten saudara dari Manoj Punjabi ini menawarkan sebanyak 929,2 juta lembar saham baru yang dikeluarkan dari portepel perusahaan.

Emiten produksi film seperti ‘Soekarno’ dan ‘Hijrah Cinta’ ini berencana menggunakan dana hasil IPO antara lain 81,6%-nya untuk modal kerja perseroan, yaitu pembiayaan produksi film/web series/sinetron dan lainnya.

Lalu, sekitar 18,4% setoran modal untuk PT. Platinum Sinema (kepemilikan saham 99,99%). Dana akan digunakan untuk membangun dan mengoperasikan satu teater baru di kebumen. Sinema ini direncanakan untuk mulai beroperasi pada kuartal II-2023.

Selain itu, RAAM tengah membidik lonjakan pendapatan tahun ini dengan merilis 10 film baru di berbagai platform Over The Top (OTT). Selain itu, perseroan akan memproduksi 180 jam sinetron.

“Saat ini sedang dalam persiapan dan mudah-mudahan akan berjalan sesuai rencana,” kata Founder dan Komisaris Utama Tripar Multivision Plus, Raam Punjabi.

Dia menambahkan, dari segi genre, perseroan akan mengeluarkan beberapa versi seperti 1 film komedi, 4 film horor, dan 2 film bergenre drama. Emiten baru yang akan menggunakan kode saham RAAM tersebut berharap film-film barunya dapat diserap secara baik oleh para penonton di Indonesia.

“Kami selalu mempunyai harapan penonton bisa sampai 5 juta sekian,” ucap Raam Punjabi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*