Beruntung Rupiah Masih Libur, Mata Uang Asia Loyo Lagi Nih

yuan

Mayoritas mata uang Asia kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), meski dolar Amerika Serikat (AS) juga sedang lesu.

Menurut data Refinitiv per pukul 12:10 WIB, hanya rupee India dan peso Filipina yang mampu melawan The Greenback (dolar AS) pada hari ini. Sedangkan sisanya terpantau melemah

Berikut perkembangan kurs dolar AS terhadap mata uang Benua Kuning (Asia) pada perdagangan hari ini.

Pelemahan mata uang Asia juga sejalan dengan koreksinya bursa Asia pada hari ini. Per pukul 12:12 WIB, indeks Hang Seng Hong Kong ambruk 1,87%, Shanghai Composite China melemah 0,85%, Straits Times Singapura terkoreksi 0,76%, dan KOSPI Korea Selatan ambrol 1,59%.

Hanya indeks Nikkei 225 Jepang yang menguat pada hari ini, yakni naik 0,15%,

Pada hari ini, dolar AS cenderung turun tipis, dilihat dari indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, yakni turun tipis 0,01% menjadi 101,336 per pukul 12:12 WIB.

Investor menanti data ekonomi AS terbaru. Pada pekan ini, ada data penting seperti pertumbuhan ekonomi, pengeluaran konsumen, serta indeks keyakinan konsumen (IKK).

Data ini akan menjadi pertimbangan bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) untuk menentukan kebijakan suku bunga berikutnya pada pertemuan awal Mei mendatang.

Survei Fedwatch menunjukkan pasar kini bertaruh 92% jika The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bp).

Di lain sisi, pasar juga menanti laporan keuangan perusahaan teknologi raksasa pada pekan ini.

Perusahaan yang akan mengeluarkan laporan keuangan pada pekan ini di antaranya adalah Microsoft (Selasa), induk Google Alphabet (Selasa), dan Amazon (Kamis).

“Semua orang menunggu laporan keuangan perusahaan teknologi. Pekan ini menjadi pekan yang amat, amat, amat sibuk karena ada laporan keuangan. Saat ini pergerakan saham tengah menguji pasar,” tutur Chris Harvey, head of equity strategy dari Wells Fargo Securities, dikutip dari CNBC International.

Dari bursa S&P dilaporkan dari perusahaan yang tercatat di indeks tersebut yang laporan keuangannya di atas ekspektasi mencapai 76%.

Namun, secara keseluruhan, earnings dari indeks S&P 500 akan turun 5,2% pada kuartal I-2023.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*