Bos Pabrik Tekstil ‘Gerah’ Dituding Ngada-Ngada Soal PHK

Suasana sepi pabrik garmen PT. Fotexco Busana International, Gn. Putri, Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/11/2022). (Tangkapan layar CNBC Indonesia TV)

Kalangan pengusaha ‘gerah’ dituding soal ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagian dari upaya menolak adanya kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2023 yang naik tinggi.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Jemmy Kartiwa Sastraatmaja dengan tegas mengatakan bahwa pengusaha selama ini tidak mengada-ngada demi menghindari kenaikan UMP dengan melakukan PHK massal, tetapi memang kondisi industri tekstil saat ini sedang seret orderan.

“PHK ini bukan karena kita mengada-ngada untuk tidak ingin menaikkan upahnya, tapi memang kondisinya itu order tekstil sedang turun. Jadi isu itu tidak benar,” tegas Jemmy kepada CNBC Indonesia, Kamis (17/11/2022).

Kalangan pengusaha ‘gerah’ dituding soal ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagian dari upaya menolak adanya kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2023 yang naik tinggi.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Jemmy Kartiwa Sastraatmaja dengan tegas mengatakan bahwa pengusaha selama ini tidak mengada-ngada demi menghindari kenaikan UMP dengan melakukan PHK massal, tetapi memang kondisi industri tekstil saat ini sedang seret orderan.

“PHK ini bukan karena kita mengada-ngada untuk tidak ingin menaikkan upahnya, tapi memang kondisinya itu order tekstil sedang turun. Jadi isu itu tidak benar,” tegas Jemmy kepada CNBC Indonesia, Kamis (17/11/2022).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*