Krisis Perbankan Bikin Ngeri Dunia, Bos SVB Bilang Gini

FILE PHOTO: A sign for Silicon Valley Bank (SVB) headquarters is seen in Santa Clara, California, U.S. March 10, 2023. REUTERS/Nathan Frandino/File Photo/File Photo

Mantan CEO Silicon Valley Bank (SVB) Greg Becker berencana untuk memberi tahu komite perbankan Senat Amerika Serikat (AS) pada hari Selasa (16/5/2023) waktu setempat bahwa tidak ada bank yang dapat bertahan dari krisis yang menimpa pihaknya pada bulan Maret lalu. Sejak regulator menyita SVB dua bulan lalu, Becker belum angkat suara secara publik.

“Saya tidak percaya bahwa ada bank yang dapat bertahan dari bank run dengan kecepatan dan besaran seperti itu,” tulisnya dalam kesaksian yang disiapkan untuk sidang dengan komite Senat, dikutip dari https://situs888gacor.com/ Wall Street Journal, Selasa (16/5/2023).

Deposan menarik sekitar $42 miliar atau Rp620,86 triliun, sehari sebelum penutupan bank yang berbasis di California itu. Deposito $100 miliar atau Rp1.478,25 triliun lainnya atau sekitar 80% dari total simpanan, hendak ditarik pada hari regulator menyita SVB, menurut Becker.

Tak lupa, ia itu meminta maaf kepada karyawan, klien, dan pemegang saham dalam sambutan yang disiapkan, dengan mengatakan bahwa pengambilalihan SVB “menghancurkan secara pribadi dan profesional.”

Dua mantan eksekutif di Signature Bank yang berbasis di New York, yang kolaps tak lama setelah SVB, juga akan menghadap Komite Perbankan Senat. Mereka adalah mantan Chairman Scott Shay dan mantan President bank Eric Howell.

Baik partai Demokrat dan Republik kemungkinan akan mencecar bos-bos dua bank gagal itu dengan pertanyaan.

Seperti diketahui, kejatuhan SVB dan Signature adalah kegagalan bank terbesar kedua dan ketiga dalam sejarah AS sebelum First Republic Bank disita dan dijual bulan ini. Itu menjadi keruntuhan terbesar kedua, setelah Washington Mutual pada 2008.

Kegagalan SVB dan Signature pada bulan Maret memicu krisis kepercayaan di seluruh industri di AS, yang sudah berada di bawah tekanan selama setahun terakhir karena Federal Reserve menaikkan suku bunga dengan laju tercepat dalam beberapa dekade. Kenaikan tersebut mendorong biaya simpanan bagi bank dan menyebabkan penurunan tajam dalam nilai sekuritas dan pinjaman yang mereka pegang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*