Kronologi Pembunuhan Satu Keluarga di Penajam, Pelaku Habisi Korban dengan Keji Tak Merasa Bersalah Justru Rekayasa Kesaksian saat Ditanya Polisi

AKBP Supriyanto, Kapolres Penajam Paser Utara buka suara terkait kronologi pembunuhan satu keluarga oleh remaja berinisial J.

Perbuatan keji tersebut bermula setelah pelaku berinisial J selesai minum minuman keras bersama temannya.

Setelah pulang dari minum minuman keras bersama temannya, pelaku berinisial J lantas memiliki niatan untuk melakukan aksi rudapaksa terhadap salah satu korban.

“Dari kronologis kejadiannya bahwa sebelum melakukan aksi ini pelaku ini bersama satu orang temannya minum minuman keras. Setelah selesai temannya mengantarkan si pelaku ini kemudian pulang. Selesai pulang, yang bersangkutan ini ada niatan untuk melakukan awalnya rudapaksa terhadap salah satu korban,” ujar Supriyanto seperti dikutip Kilat.com dari kanal YouTube TV One.

Saat melancarkan aksinya, pelaku kemudian dikagetkan dengan kedatangan orangtua korban sehingga timbul rasa panik.

Karena rasa panik itulah, pelaku nekat dan tega menghabisi nyawa ayah korban.

“Begitu masuk ke rumah tiba-tiba orangtua datang, begitu datang paniklah si pelaku. Setelah panik bapaknya masuk langsung dibunuh,” jelasnya.

Mendengar ada kegaduhan di rumah, ibu korban lantas terbangun dan mirisnya pelaku langsung membunuh perempuan itu seketika.

Kelakuan keji pelaku tak hanya sampai di situ saja. Setelah menghabisi orangtua korban, pelaku juga melakukan hal yang sama ke anak-anak yang ada di rumah itu.

“Begitu ibunya bangun, langsung menghampiri ibunya (pelaku) langsung dibunuh. Setelah ibunya bangun, anaknya nangis, begitu nangis langsung dibunuh anaknya kedua. Anak berikutnya bangun dibunuh sekaligus. Yang terakhir anak yang paling dewasa teriak dibunuh lagi,” papar pihak kepolisian.

Parahnya lagi, setelah melakukan aksi kejinya pelaku juga turut merudapaksa korbannya.

Lebih lanjut, diketahui jika pelaku langsung kembali ke rumahnya setelah melancarkan aksi tindakan tidak terpujinya itu.

Sesampainya di rumah, pelaku langsung mandi dan membersihkan baju yang ia gunakan untuk membunuh satu keluarga di Penajam.

Setelah itu, pelaku langsung menghubungi kakaknya dan mengajakanya melapor ke Pak RT bahwa telah terjadi kasus pembunuhan di dekat rumahnya.

Bukannya merasa bersalah, pelaku masih sempat memberikan keterangan palsu atau merekayasa kesaksian saat ditanya pihak kepolisian.

Saat polisi mengecek TKP, J adalah saksi awal yang dimintai keterangan oleh pihak berwajib. Kala itu, J mengaku jika pelaku pembunuhan satu keluarga itu berjumlah tiga hingga 10 orang.

Setelah mendapatkan keterangan dari J, pihak kepolisian lantas langsung melakukan analisa. Namun didapatkan hasil yang mengejutkan dimana pernyataan J tidak didukung dengan alat bukti yang ada di TKP.

Atas dasar tersebut, J kemudian diamankan pihak kepolisian dan kemudian digelar olah TKP di rumahnya.

Dan benar saja, setelah dilakukan olah TKP di rumah J ditemukan barang bukti berupa baju dan senjata yang digunakan pelaku untuk menghabisi korban.

“Di rumah pelaku ini ternyata ada barang bukti yang kami temukan. Dari dasar itulah kami konfrontir kepada saksi tersebut si J tersebut akhirnya ngakulah bahwa dia pelakunya,” ungkap polisi.

Dugaan sementara, polisi mengungkapkan jika motif pembunuhan itu karena masalah asmara dan juga dendam.

“Adapun motif dari pembunuhan ini adalah pertama masalah asmara yang kedua juga ada masalah dendam antara keluarga korban dengan pihak pelaku ini. Masalah kecil-kecil yang menumpuk sehingga pada akhir malam itu terjadilah kasus pembunuhan ini,” pungkas pihak polisi.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*