Ngaku Pernah Disuap, Negara Ini Kini Mau ‘Putus’ dengan China

(FILES) This file photo taken on September 18, 2022 shows Micronesia's President David Panuelo at the UN headquarters in New York. - Panuelo has accused China of bribery, harassment and

Kondisi hubungan politik China di wilayah Pasifik memanas. Hal ini terjadi setelah adanya salah satu negara yang memberikan sinyal akan memutus hubungan diplomatik dengan Negeri Tirai Bambu.

Dalam sebuah surat yang muncul dalam laporanĀ CNN International, Presiden Mikronesia David Panuelo menyebut negaranya sedang berencana untuk memutus hubungannya dengan Beijing. Ia menuduh China telah melakukan perang politik di Pasifik yang kemudian membuat situasi wilayah tidak kondusif.

Panuelo menyebut bahwa saat ini China tengah berencana melaksanakan perang merebut kembali Taiwan dan negaranya telah diatur untuk mendukung Beijing dalam pertempuran itu. Maka itu, ia sedang berpikir untuk menjalin hubungan dengan Taipei saja.

“China berusaha untuk memastikan bahwa, jika terjadi perang di benua Pasifik Biru kita antara mereka sendiri dan Taiwan, Micronesia bersekutu dengan China dibanding Amerika Serikat (AS), atau abstain sama sekali,” ujarnya dalam surat itu, Minggu (12/3/2023).

Panuelo juga menuduh China melakukan perang politik di internal negaranya, yang menurutnya melibatkan kegiatan terbuka seperti aliansi politik, tindakan ekonomi dan propaganda publik, serta tindakan klandestin seperti ‘penyuapan, perang psikologis, dan pemerasan’.

“Salah satu alasan perang politik China berhasil di banyak arena adalah karena kita disuap untuk terlibat, dan disuap untuk diam. Itu kata yang berat, tapi bagaimanapun juga itu adalah deskripsi yang akurat.”

Tuduhan ini pun ditolak keras China. Beijing menganggap tulisan Panuelo itu sebagai fitnah dan tuduhan semata.

“Saya ingin menekankan bahwa China selalu menjunjung tinggi kesetaraan semua negara, tidak peduli ukurannya, dan selalu menghormati bagaimana Mikronesia memilih pembangunannya sendiri, berdasarkan keadaannya sendiri,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning.

Panuelo telah menjadi presiden Mikronesia sejak 2019. Ia sebelumnya vokal berbicara tentang pengaruh China yang tumbuh di Pasifik Selatan, termasuk peringatan terhadap proposal Beijing tentang kesepakatan keamanan regional dengan 10 negara Kepulauan Pasifik.

Mei lalu, dalam surat terpisah kepada 22 pemimpin Pasifik yang dilihat oleh CNN, Panuelo mengatakan rancangan proposal itu dimaksudkan untuk menggeser negara-negara Kepulauan Pasifik yang memiliki hubungan diplomatik dengan China agar dapat menjadi ‘sangat dekat dengan orbit Beijing’.

“Selain berdampak pada kedaulatan negara-negara Kepulauan Pasifik, penandatanganan perjanjian semacam itu dapat menimbulkan ‘Perang Dingin’ baru di tengah ketegangan antara China dan Barat,” pungkasnya.

Akibat hal ini, China akhirnya gagal dalam upayanya untuk mencapai pakta keamanan dengan negara-negara Kepulauan Pasifik.

Rilis surat Panuelo terbaru ini juga muncul di tengah kekhawatiran yang meningkat dari kekuatan regional atas ambisi Beijing di Indo-Pasifik. Lokasi Kepulauan Pasifik, sebagian besar di timur laut Australia, telah dipandang lama sebagai benang penghubung penting antara wilayah AS di Guam dan Australia yang bersekutu dengan Washington.

Baik AS dan Australia waspadai China yang memperluas jangkauannya lebih jauh ke barat ke perairan Pasifik, termasuk menuju Mikronesia, negara berukuran kecil yang diisi 600 pulau.

Sementara itu, negara-negara kepulauan itu sendiri biasanya lebih mengkhawatirkan kerusakan akibat perubahan iklim daripada geopolitik. Terbaru, Menteri Kehakiman, Komunikasi & Luar Negeri Tuvalu Simon Kofe bahkan membuat pidato resmi di tepi pantai untuk mengumumkan bahwa negara itu sedang dalam darurat kenaikan permukaan air laut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*